FIN UNUSIA
Laporan

Perkuat Sanad Keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah, Empat Delegasi LPTNU Lakukan Riset Manuskrip Karya Imam Maturidi di Uzbekistan

TASHKENT, UZBEKISTAN — Dalam upaya memperkuat akar keilmuan Ahlussunnah walJama’ah (Aswaja) dan mendorong kontribusi akademik di kancah global, empat orang cendekiawan delegasi dari Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) tengahmelangsungkan penelitian intensif di Imam Maturidi International Scientific Research Center, Tashkent, Uzbekistan. Program riset ini difokuskan pada kajian mendalam terhadap dua adikarya teologi Islam warisan Abu Mansur al-Maturidi, yakni Kitab al-Tawhid dan Ta’wilatAhl al-Sunnah (Ta’wilat al-Qur’an).

Kegiatan penelitian yang berlangsung di pusat peradaban Islam Asia Tengah ini bukan sekadar napak tilas historis, melainkan sebuah proyek akademik strategis untuk merekonstruksi dan mengontekstualisasikan pemikiran Imam Maturidi di tengah tantangan peradaban modern. Keempat peneliti LPTNU membagi fokus kajian mereka secara spesifik untuk membedah dimensi filosofis, sosiologis, linguistik, hingga ekologis dari pemikiran sang Imam.

Fokus pertama ditujukan pada Kitab al-Tawhid, fondasi utama teologi Maturidiyah. Pada bagian ini, Dr. Yogi Prana Izza, Lc., M.A (UNUGIRI Bojonegoro). mengangkat penelitian bertajuk “The Philosophy of Moral Obligation in al-Maturidi’s Thought: An Integrative Reconstruction of Its Conceptual Structure in Kitab al-Tauhid”. Riset ini membedah bagaimana struktur konseptual kewajiban moral dibangun dalam pemikiran al-Maturidi, memberikan tawaran integratif bagi etika Islam kontemporer.

Masih pada kitab yang sama, Dr. Nur Hidayah, Lc., M.A. (UNU Jogjakarta) mengkaji dimensi pembentukan identitas melalui relasi dengan kelompok lain dengan judul penelitian: “تشكيل هوية العقيدة الماتريدية عبر آراء الآخرين في كتاب التوحيد لأبي منصور الماتريدي” (Tasykil Huwiyyat al-‘Aqidah al-Maturidiyyah ‘Ibra Ara’ al-Akharin fi Kitab al-Tawhid li Abi Mansur al-Maturidi). Riset ini menyoroti bagaimana akidah Maturidiyah merumuskan identitasnya secara dialektis melalui pandangan-pandangan kelompok lain pada masanya.

Fokus kedua dialokasikan pada mahakarya tafsir Ta’wilat Ahl al-Sunnah. Dr. Sahal Mahfudh Abdurrahman (IPMAFA Pati) mengeksplorasi perpotongan antara ilmu qira’at, tata bahasa, dan implikasinya terhadap teologi serta fikih melalui penelitian berjudul: “من الحركة إلى الحجة: الأثر النحوي والصرفي لاختلاف القراءات في العقيدة والفقه في تأويلات القرآن للإمام الماتريدي (من سورة الفاتحة إلى آل عمران)” (Min al-Harakah ila al-Hujjah: Al-Atsar al-Nahwi wa al-Shorfi li Ikhtilaf al-Qira’at fi al-‘Aqidah wa al-Fiqh fi Ta’wilat al-Qur’an li al-Imam al-Maturidi – Min Surah al-Fatihah ila Ali ‘Imran).

Sementara itu, Mohammad Hasan Basri, M.A., Ph.D. (UNUSIA Jakarta) menarik pemikiran al-Maturidi ke dalam diskursus krisis lingkungan global saat ini melalui riset berjudul “Positive Anthropocentrism in Islamic Theology: Tracing Ecological Principles in al-Māturīdī’s Taʾwīlāt al-Qurʾān”. Penelitian ini berusaha membuktikan bahwa teologi Islam klasik memiliki prinsip-prinsip ekologis yang kuat dan relevan untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

Manfaat, Luaran Akademik, dan Kolaborasi Lintas Negara

Selain menggali kekayaan intelektual Islam klasik, program riset ini dirancang untuk menghasilkan luaran (output) akademik yang konkret dan terukur. Seluruh hasil dari keempat penelitian di atas telah rampung diartikulasikan ke dalam artikel ilmiah dan secara resmi di-submit ke Jurnal “Moturidiylik”. Jurnal ini merupakan terbitan berkala bereputasi tinggi yang telah terakreditasi oleh OAK O’zbekistan (Komisi Pengawas Tinggi Akademik, Kementerian Pendidikan dan Riset Uzbekistan), sehingga menjamin diseminasi pemikiran cendekiawan NU diakui pada level yurisdiksi akademik internasional.

Publikasi ini memberikan manfaat ganda. Secara institusional, langkah ini mengukuhkan peran LPTNU dalam memproduksi diskursus akademik berbasis turats yang diakui secara global. Secara epistemologis, riset-riset ini membuktikan bahwa teks-teks klasik Ahlussunnah wal Jama’ah sangat elastis dan mampu memberikan jawaban atas problematika modern, mulai dari etika moral, moderasi beragama, metodologi tafsir linguistik, hingga teologi lingkungan.

Lebih dari sekadar riset individual, kehadiran delegasi LPTNU di Tashkent juga membuka jalan bagi inisiasi riset jangka panjang. Sebagai tambahan agenda, saat ini masing-masing peneliti juga tengah dalam proses intensif mengumpulkan data primer dan manuskrip tambahan untuk tema penelitian baru. Penelitian lanjutan ini dilakukan melalui skema kolaborasi langsung dengan para peneliti dan pakar filologi dari Uzbekistan.

Data dan literatur yang dihimpun selama masa visiting research di Uzbekistan ini nantinya akan dibawa dan dilanjutkan pengolahannya di Indonesia. Sinergi lintas negara ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah perpustakaan perguruan tinggi NU di tanah air, tetapi juga mempererat diplomasi pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Uzbekistan yang secara historis disatukan oleh tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah.

Melalui langkah nyata ini, LPTNU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi konsumen pemikiran Islam, melainkan bertransformasi menjadi produsen ilmu pengetahuan yang aktif menyumbangkan gagasan konstruktif bagi peradaban dunia.

Related posts

Tradisi dan Jaringan Sufisme di Jalur Rempah: Mencari Akar Kosmopolitanisme Islam Nusantara

admin

KAMPUNG SENI SERUNI DAN KEARIFAN BERAGAMA PARA KIAI

Ngatawi El-Zastrow

DI RUMAH PANCASILA SAYAP GARUDA MELINDUNGI RAKYAT JELATA

Ngatawi El-Zastrow