FIN UNUSIA
Warta

Dekan FIN Mengisi Seminar Nasional Politik Identitas di FISIP UIN Ar-Raniry

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh gelar Seminar Nasional di Aula Lantai III Biro Rektorat UIN Ar-Raniry, Kamis, 19 Mei 2022

Seminar dengan tema “Politik Identitas : Agama dan Nasionalisme-Tantangannya di Indonesia” ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Ahmad Sueady, M.Hum dan mantan wakil ketua Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2000-2010, K.H. As’ad Said Ali.

Wakil Rektor UIN Ar Raniry Prof. Dr. Gunawan Adnan, MA Ketika membuka seminar nasional ini mengatakan ini merupakan wujud kontribusi kepada bangsa, negara dan agama.

“Seminar ini dalam rangka menjadikan kita bagian daripada kontribusi positif bukan problem maupun hambatan bagi tujuan bangsa yang aman damai serta adil sentosa,” katanya.

Menurut Gunawan Adnan, agama seharusnya menjadikan penganutnya sebagai bagian dari solusi bagi bangsa dan negara serta agama.

“Perbedaan yang ada harus kita pandang sebagai suatu kekayaan dan keistimewaan yang Allah berikan untuk bangsa kita, untuk kemudian kita berkompetisi dalam kebaikan,” tambahnya.

Dekan FISIP UIN Ar-Raniry Dr.Ernita Dewi, S.Ag. M.Hum, dalam pengantar seminar memaparkan pentingnya pemahaman politik identitas untuk menghindari perpecahan di kalangan masyarakat Indonesia.

“Seminar ini berangkat dari sebuah keperihatinan bahwa berpolitik tidak boleh menyebabkan terpecahnya hubungan persaudaraan, baik antaragama maupun bangsa,” katanya.

Sedangkan mantan Wakil Ketua BIN, K.H. As’ad Said Ali dalam materinya menjelaskan, setiap negara memiliki akar sejarah dan karakter sosiologis yang berbeda, karena itu tidak ada ‘kunci Inggris’ bagaimana sistem politik harus dibentuk dan dibenahi. Masing-masing negara memiliki cara dan solusinya sendiri.

Demikian pula bagi Indonesia, sebagai negara multikulturalisme dengan karakter masyarakatnya yang religious, ekspresi dari politik identitas tidak semestinya dikutuk sebagai unsur amoral negara.

“Politik identitas seharusnya direspon secara wajar dan proporsional dari keharusan kehidupan demokrasi, sehingga apa yang dihasilkan adalah sebuah kehidupan politik yang dinamis dan kreatif,” tuturnya.

Sementara itu Dr. Ahmad Sueady, M.Hum menyampaikan bahwa, agama khususnya Islam kini ditantang memberikan kontribusi bagi perubahan-perubahan radikal untuk kesetaraan dan keadilan semua manusia dalam semua cakupan dan tingkatan, global, nasional dan lokal.

 “Islam bersama dengan agama lain harus melakukan transformasi bagi dirinya untuk tujuan tersebut,” ujarnya.

Menurut beliau, dengan transformasi pemahaman dan penghayatan agama,  ketegangan, kekerasan dan ketidakadilan yang berbasis pada dimensi negatif dari identitas politik dan populisme bisa dihindari bahkan, dalam waktu yang sama ditransformasi menjadi kemajuan dan kesejahteraan.

Agama yang bersifat statis dan tertutup sesungguhnya merupakan pengaruh dan bentukan kolonial serta hegemoni Barat sehingga agama tidak terbuka dan tidak mampu melakukan transformasi dirinya untuk ikut membebaskan manusia dari ketidaksetaraan (inequality) dan ketidakadilan.

Kegiatan seminar nasional ini dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdatul Ulama Indonesia dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan I Muhammad Thalal Lc., M.S., M.ed., Wakil Dekan II Dra. Tasnim Idris, M.Ag., Wakil Dekan III Ade Irma, B.HSc., M.A., Para Dosen dan staf Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.[R]

sumber: FISIP UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional Politik Identitas – Nasional – CakraDunia.co


Related posts

Fakultas Islam Nusantara dan BRIN akan lakukan Riset Kolaboratif Jaringan Intelektual Islam Tradisional Asia Tenggara

admin

Debat Akademik Islam Nusantara (Seri IV)

Admin FIN

Unusia Buka Registrasi Simposium Internasional

Admin FIN